Jumat, 17 Februari 2012

TUJUH BELAS

                                                                Tujuh Belas

 Entah berapa kali?, sudah tidak lagi mampu isi otakku menampung rekamanya. Emak dan kakak-kakak selalu menanyakan perkembangan proses pencarian jodohku. Entah juga, berapa kali Emak terpaksa harus bersedih disaat menyaksikan teman-temanku dikampung sedang melangsungkan resepsi walimahan, atau sekedar melangsungkan proses lamaran. Sedang aku -anak terakhirnya- didapati belum ada tanda dengan siapa? orang mana? kapan? akan melangsungkan hal yang serupa. Padahal umurku masih dikatan mudah.

Detik demi detik berguguran dari ranting-ranting waktu. Hari, minggu, bulan, tahun, silih berganti seiring rotasi bumi. Aku masih menanti, tak cukup menanti, aku-pun ikut mencari, tak cukup juga aku, teman dan handai tolan-pun ikut-ikutan memasarkanku kesana kemari. Capek, sungkan, isin, itulah sebuah ikhtiyar yang berkali-kali harus berakhir penolakan terhadapku.

"Tuhan... Apa salahku...? tak mendengarkah Engkau aku meminta?, tak melihatkah Engkau aku susah payah berusaha?, tak ibahkah Engkau ketika aku selalu tak diterima?". Pernah suatu ketika hatiku menjerit putus asa. Lalu seketika itu aku beristighfar. Tak pantas aku berkata seperti itu.
"Saudaraku..., ana kenalkan teman ana ya?. Insyaalloh orangnya baik, tidak neko-neko. Insyaalloh juga cocok untuk antum". Entak berapa kali rekomendasi senada aku terima. Tapi...

Kamis, 05 Januari 2012

CERPEN SEDERHANA

CINTAI AKU DENGAN SEDERHANA 


            Rintikan hujan seolah mengajakku berbicara namun kesedihan yang dalam tidak mampu tuk berkata padanya, gemericik air hujan yang berusaha menghiburku dengan nyanyian sumbangnya membuat mataku berkaca                                                                                                                       
        Ku kedipkan mataku yang serasa penuh dengan air, tetesan air satu-persatu keluar melarikan diri yang tak mau tau dengan perasaanku yang sedih memikirkan sisah umurku berada di sekolah ini. Disilah aku mengenal Irul sahabat yang selama ini selalu menemaniku ketika aku dalam kesedihan maupun kebahagiaan, organisasi sekolah lah yang telah mempertemukan aku dengannya, baik organisasi OSIS dan KIR menghantarkan kami menjadi sahabat yang tak terpisahkan bahkan sampai detik ini.
Namun yang sangat menyakitkan bagiku adalah dia akan meninggalkan kota Metro memenuhi sebagian keinginannya yang terwujud. Dia akan melanjutkan ke peguruan tinggi negri dengan tanpa test di kota solo kota impiannya, aku sendiri sampai saat ini masih belum ada langkah pasti kemana kakiku akan berpijak.

Ghotak Gathuk Matuk Seng Penting Enek maknane

Ghotak Gathuk Matuk Seng Penting Enek maknane
(otak atik cocok yang penting ada maknanya)
AKSORO DJOWO

Buat kita orang jawab pasti tau dong huruf jawa ?..kebangeten kalo tidak tau okelah kalo begitu setidaknya pernah dengar dan pernah tau to? Setelah aku baca baca di webblog dibuku dan di referensi lain aku menemukan suatu yang unik tentang huruf hruf jawa yang ternyata punya pola dan serat makna yang bermanfaat.
Memang agak sulit jika kita menghafal aksara jawab jika kita tidak sungguh sungguh mempelajarinya,, he,he,,,,,, seperti saya juga  karena menghafal huruf dengan pengurutan konfensional itu agak rumit. Urutan konfensionalnya itu adalah sebagai berikut : “HaNaCaRaKa…….DaTaSaWaLa…….PaDhaJaYaNya……MaGaBaThaNga”  huruf jawanya bisa dilihat di gambar diatas maaf ya kecil, jangan salah huruf jawa ini juga penuh dengan filosofi lho, salah satunya yang pernah ditulis oleh Ki Hajar Dewantara yang bisa di cari di wikimedia, kita mulai aja yuk bahas menurut beliau

Sabtu, 03 Desember 2011

JANGAN SAMPAI KITA JATUH KARENA KESOMBONGAN



            Ada sebuah kisah suatu hari Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?" Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya." Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih- benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor   
         MATERI. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh factor