Senin, 15 September 2014

Pengendara oh Pengemudi

             
                     napas panjang terhela saat berkendara di jam jam padat..begitu jarang saya berkendara di jam jam padat dan merasakan langsung suasana macet dan semrawutnya jalanan.
             ketika saya berkendara pada jam2 tersebut ternyata banyak pengendara yg ngawur memgemudi baik mobil atau motor. bahkan keselamatan mereka sering kali di abaikan, sebagai contoh mereka berjalan di jalur lawan arah dng kencang tanpa peduli didepan ada pengendara atau tidak, kumudian pengendara mobill ketika sedang macet tetap saja jalan dan tak sadar disamping kiri ada pengendara motor yang membonceng anaknya terjepit mobilnya sampek sang anak teriak kesakitan..ketika kita sudah memberi lampu sen/ riting tanda belok dr jauh2 sebelum belok, dr lawan arah ternyata bukanya mengurangi kecepatan tp malah menambah kecepatan..bagaimana tdk was2 dan hela napas panjang dng pengendara2 sprt itu..sebenarnya apasih yg mereka pikirkan..kemudian bener gak sih ketika mereka bikin SIM itu prosesnya bener dan tau gak aturan2 yg da di dalam..dng sikap tersebut nanti kalo terjadi kecelakaan saling menyalahkan bahkan tak jarang yg salah lebih ngotot merasa benar dalam berkendara. seperti yang pernah saya alami, saya berkendara motor pelan dan santai di pinggir, tau tau motor ditabrak dari blakang kemudian yang menabrak mendahului lantas mengeluarkan kata kata kotor,,betapa kaget dan sakit hatinya saya saat itu. 
                 marilah sama sama menghargai..sikap saling menghargai dan mengalah dalam berkendara karen itu baik sekali dan berhati hatilah dalam berkendara..kecelakaan banyak terjadi karna hal2 di atas..kecelakaan yang terjadi kebanyakan adalah akibat kelalain orng lain yang memakan korban orang tidak bersalah yang sudah dengan hati hati mengendarai kendaraanya

Rabu, 26 Juni 2013

KARYAWAN ADALAH MITRA BERHARGA



           


                 Buruh dan atasan dalam sebuah perusaahan atau tempat kerja adalah sebuah hubungan relasi yang sangat erat dan timbal balik yang sangat dominan untuk mencapai keberhasilan sebuah tujuan dalam perusahaan atau kemitraan. Tapi banyak kita dengar slama ini kesenjangan yang sangat mencolok antara atasan dan bawahan, dimana banyak atasan yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperdulikan bagaimana kesejahteraan karyawanya, sungguh tragis sekali di dengarnya, maka tak jarang banyak unjuk rasa atau demontrasi dimana mana menuntut hak hak yang terabaikan kepada bawahan terutama buruh.
            Banyaknya keluhan yang dilakukan seorang bawahan oleh atasan banyak yang menganggap suatu pembangkangan atau ingin kenaikan upah kerja, padahal tak semena mena mereka juga hanya menutut upah melulu. Buruh atau karyawan berhak mendapat apresiasi dalam setiap hasil yang capai dengan layak dan tidak hanya memaras dan tenaga pikiranya saja, penghargaan bisa juga diberikan dengan sikap saling menghargai dan menghormati sehingga tercipta lingkungan hidup kerja sehat nyaman tenang dan menyenangkan.
Sebagai karyawan memiliki ciri khusus yang membedakan dengan uang, mesin dan barang, yang harus dipandang sebagai sosok yang
·         Yang memiliki kreatifitas, daya piker dan kemampuan mengambil keputusan
·         Bertanggung jawab dalam setiap keputusan dan kegiatan yang dilakukan
·         Punya kekuatan dan kelemahan
·         Punya emosi, intuisi, dan kepribadian yang aktif
·         Kebutuhan untuk dihargai atas eksistensi dan prestasinya
·         Punya keinginan untuk mengoptimalkan bakat dan keterampilanya dalam memberikan kontribusi bagi perusahaan
Seandainya atasan menghargai tiap karyawan dengan mempertimbangkan unsur unsur seperti di atas saya kira bawahan atau karyawanpun akan menghargai atasan sebagai otoritasnya. Munculnya ketidakpuasan kerja dikalangan karyawan seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu karena tidak adanya saling menghormati yang dilakukan atasan dengan bawahan dan hanya menganggap sebagai sub ordinasi dibandingkan sebagai patner.
            Masalah ketenagakerjaan terjadi memang karena tidak adanya proses saling menghargai hak dan kewajiban antara karyawan atasan dan perusahaan, selain itu ketidakpuasan juga terjadi karena karyawan tidak mengetahui hak hak yang sebenarnaya dari sebuah perusahaan yang ada.  Dalam hal ini tidak sedikit pula karyawan yang mengetahui hak haknya sebagai karyawan, yang sebagaimana mestinya karyawan sendiri harus tahu atau paham, disisi lain pula perusahaan juga sengaja menyembunyikan atau tidak memberikan hak yang seharusnya di peroleh oleh seorang karyawan, semisal kontrak kerja, bonus kinerja, dan hak hak yang lain.
Masalah lain yang paling sering ditemuai adalah permasalahan kontrak kerja atau outsourching, hal ini adalah isu yang selalu bergulir sampai saat ini. Secara UU memang hala ini tidak manyalahi aturan tapi kenyataanya banyak yang menyalahgunakan dalam pelaksanaanya, contoh pekerja yang sudah di kontrak selama 2 tahun berturut turut disuatu perusahaan dengan sebuah outsourching untuk menghindari mereka dialihkan ke outsourcing lain dengan kontrak baru tapi di perusahaan sama dan jabatan baru sehingga tidak pernah ada kemajuan dan peningkatan taraf. Kemudian banyak pekerja outsourcing yang dipekerjakan tidak sesuai dengan tempatnya seperti karyawan yang pekerjaanya adalah pekerjaan rutinitas di sebuah perusahaan. Karena diantara hal diatas maka banyak terjadi ketidaknyawanan pada karyawan dan menutut kejelasan statusnya tersebut.  
Menghargai karyawan, terkait dengan hak dan kewajiban memanglah sudah menjadi tanggung jawab seorang atasan atau perusahaan dengan standart dan regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah.
perusahaan yang baik adalah perusahaan yang menerapkan system manajement yang baik pula. Tidak perlu menunggu perusahaan tersebut besar bisa juga ketika masih kecil. Aturan2 pemerintah terkait standart ISO yang membantu operasional perusahaan seperti kenaikan jen jang, diskripsi kerja, pension dan cuti. Dengan penerapan yang baik bukan hanya hak karyawan terprnuhi namun juga terlindungi” menurut RUSLI pengusaha kerudung pashmina kota gresik.
Setiap perusahaan pasti menginginkan pencapain hasil yang produksi atau kinerja yang baik, dan tentu peranan karyawan disini akan sangat berperan penting dan tidak bisa diremehkan. Suasan yang kondusif dianggapa akan membantu karyawan bekerja dengan nyaman sehingga menunjang pencapain kerja yang baik pula. “ ketika karyawan merasa dihargai maka kinerjanya pun akan meningkat demikian sebaliknya”
Ketika terjadi perselisihan atau ketidaknyamanan anatara atasan dan bawahan, maka harus ada sebuah penyelasaian. Ketika penyelesaia itu tidak bisa terwujud antara kedua belah pihak ada sebuah perwakilan karyawan dalam sebuah perusahaan yaitu dalam wadah serikat pekerja, bisa dilakukan dialog dialog bagaimana cara mengatasi hal tersebut.
YUDHA A W aktivis/ pemerhati ketenagakerjaan menjelaskan :” dalam menghadapi masalah yang terkait hak hak karyawan, dengan adanya serikat pekerja, karyawan memiliki kekuatan untuk berorganisasi dengan perusahaan terkait dengan hak dan kewajibanya.”
Menghargai karyawan dalam islam
Rosulullah sebagai pedagang beliau punya prinsip prinsip dalam urusan ketenaga kerjaan atau dalam urusan gaji menggaji diantaranya sbb:
  1. Tidak pernah terlambat dalam memberikan gaji ke karyawan sebab karena keterlambatan tersebut adalah suatu kedzoliman
Dalam hadits H.R Imam Bukhari dari abu hurairah “ ada tiga golangan yang menjadi musuh-ku di hari kiamat nanti. Orang yang memberi (jaminan) atas nama-ku lalu berkianat. Orang yang menjual orang merdeka dan memakan hasilnya, dan orang yang menyewa pekerja dan meminta pekerja itu untuk melaksanakan seluruh tugasnya, namun tidak memberinya upah.”
  1. Adil dalam memberikan gaji
  2. Sering memberi bonus – bonus tambahan diluar gaji pokok
Selain prinsip diatas Rosulullah juga memperlakukan karyawanya bukan sekedar bawahan tapi juga menganggap sebagai dari persaudaraan dan kekeluargaan sehingga ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan meraka.
Prinsip- prinsip di atas kalau kita teladani dan kita lakukan pada perusahaan atau bisnis yang kita lakukan secara tidak langsung akan meningkatakan produktivitas dan percepatan bisnis yang berjalan luar biasa. Dalam hal ini pimpinan perusahaan sudah meletakkan satu kondisi makmur pada karyawan, disisi lain sebagai karyawan imbal balikpun akan diberikan tanpa diminta bekerja sepenuh hati, karena merasa kebutuhan dan haknya telah tercukupi dengan baik.


“ di tulis ulang dari rubrik majalah OASE no 75 edisi mei 2013”


Sabtu, 18 Mei 2013

MUNAJAT

Tangisan langit tertumpah begitu saja
Sajak sajak tak beraturan mengiringi tetes demi tetes hingga bercucuran
Malam merah menyebar di setiap atapMU
Seakan mewakili sesuatu hal yg terjadi
Cucuran air mata
Rasa marah yang menjadi satu
Aku manusia yg tercipta dari seonggok daging
Yang hanya bisa berbuat salah berdalih kilaf
Doa doaa bermunajat minta ampunan atas dosa yang lalu ku buat
Kepada  ENGKAU yg maha kuat
Bersimpuh a dalam malam
Berlapar aku dalam giat
Untuk minta ampunanMU minta petunjukmu

Minggu, 03 Maret 2013

JAMAN EDAN

            

            Kata mbah mbah dulu sekarang JAMAN EDAN kalo kagak ikut edan ora keduman "huft " menghela napas panjang, memang sekarang jamannya jama edan tapi kita gak harus dong jadi edan juga? coba kita nalar kalo kita waras sendiri dan yang lain edan kan kesempatan lebih banyak ada pada kita, ya enggak ? 
         Ngomong2 jaman edan smakin gempar aja ya dunia pendidikan kita dengan pencabulan, pemerkosaan, pergaulan bebas, dan apalah. yang membuat kita tak pernah habis pikir siapa yang salah dan apa yang salah. Baru baru ini kita di marakkan diberbagai media bahwa dikabarkan seorang guru yang punya jabatan melakukan pencabulan kepada muridnya, hmmmmm dimana otaknya ya? kemudian dulu waktu menjadi seorang pendidik apakah dia tidak diajarkan ILMU JIWA dan di sumpah profesi?.
               Seorang panutan yang dari tingkat pondasi dasar saja memberi contoh yang tidak pernah benar lalu mau apa sih jadinya generasi kita? yang dalam pepatah sangat terkenal " ing ngarso sung thulodho ing madya mangun karsa", itu baru yang terungkap, belum lagi yang belum terungkap saya yakin masih banyak berkeliaran. seharusnya dengan seperti ini kita sebagia orang awam harus sudah mulai tanggap dengan sekeliling kita, bisa memilih dan mengendalikan apa yang baik untuk diri dan lingkungan kita, tapi apa daya kita hanya orang awam yang hanya bisa bergumam, mengeluh dan menyindir agar semua yang buruk bisa terisingkir, itupun jika mereka peka terhadap sindiran.
                 Dengan helaan napas panjang "hmmmmmmm Huftttt" semoga ada perubahan sehingga anak cucu kelak tidak menjadi orang yang jahiliah karena nenek moyangnya yang salah.